Thursday, February 18, 2010

Android Lokal Nanti Bukan Android Sebenarnya

VIVAnews - Menurut pandangan Nur Amin, General Manager HT Mobile, sistem operasi Android untuk ponsel agak unik. Selain itu, ponsel Android yang akan ramai di ranah local brand nanti bukan SDK Android versi full dari Google. Melainkan ‘Android-Android-an’.

“Harganya bisa di bawah 1 juta rupiah. Kesamaannya hanya user interface dan tampilannya saja, sementara fungsi-fungsi dan kelebihan yang dipunyai Android, ia tidak punya,” kata Nur Amin di Jakarta, 18 Februari 2010. “Kinerjanya pun lamban,” ucapnya.

Meski demikian, menurut Nur Amin, walaupun cuma tampilannya saja, akan banyak produsen merk lokal yang mengadopsinya pada ponsel-ponsel baru yang diklaimnya sebagai ponsel Android.

“Jadi, untuk tahun ini, selain desain Qwerty masih menjadi tren sampai akhir tahun, kompetisi khusunya di local brand mengarah ke teknologi, seperti Android dan 3G,” sebut Nur Amin.

HT Mobile sendiri, ucap Nur Amin, di tahun 2010, akan mengeluarkan 20-25 seri ponsel. “Sebagian besar masih berdesain Qwerty, tapi kami juga kembangkan yang bar type juga CDMA,” ucapnya.

Sejauh ini, sepanjang 2010, HT Mobile telah menelurkan sekitar 7 seri ponsel, meliputi M20, M30, G75, G31i selama bulan Januari, dan seri G19, G11, dan G33 yang diluncurkan hari ini. “Maret kita akan vacuum dulu, April baru akan merilis seri baru lagi,” kata Nur Amin.

Wednesday, February 17, 2010

4G LTE Tawarkan Kecepatan Downlink 1Gbps


VIVAnews - Pada ajang GSMA Mobile World Congress di Barcelona, Ericsson berhasil melakukan uji coba LTE/4G dengan kecepatan 1 gigabit per detik untuk downlink.

Demonstrasi untuk pertamakalinya di dunia ini memanfaatkan teknologi Multi Carrier dan Multiple-Input-Multiple-Output, MIMO, dan berjalan pada LTE komersial dari Ericsson. Dengan menggabungkan teknologi tersebut, kecepatan hingga 1 gigabit per detik dapat dicapai.

Demonstrasi menggunakan empat jaringan dengan lebar pita masing-masing 20MHz, sehingga total lebar pita yang digunakan 80MHz dan 4x4 MIMO, data dikirim melalui interface over the air pada empat bit-streamz yang independen.

“Misi kami adalah menghubungkan 50 miliar perangkat pada 2020,” kata Johan Wibergh, Head of Networks and Executive Vice President Ericsson, pada keterangannya, 18 Februari 2010. “Seluruh perangkat seharusnya terhubung menjadi satu,” ucap Wibergh.

Wibergh menambahkan, jika saling terhubung, pasien dapat berkomunikasi dengan rumah sakit dari jarak jauh. Mahasiswa dari daerah terpencil dapat berhubungan dengan universitas di seluruh dunia. “Para pekerja keselamatan akan mengirim video langsung dari wilayah yang terkena bencana demi respon yang lebih efisien,” ucapnya.

Penggunaan pita lebar bergerak, ucap Wibergh, tumbuh sangat cepat karena didukung oleh konsumer yang menggunakan smartphone dan laptop yang terkoneksi ke jaringan nirkabel.

LTE, teknologi komunikasi bergerak masa depan, memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi.

Dengan peningkatan kecepatan dan pemangkasan latensi, konsumer dapat menikmati berbagai aplikasi seperti web secara realtime, game online, kolaborasi media sosial, dan konferensi video dengan lebih mudah kapanpun dan di manapun berada. LTE akan memenuhi kebutuhan aplikasi-aplikasi internet bergerak yang baru dan lebih canggih di masa yang akan datang.

Saat ini, Ericsson telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator di dunia yakni AT&T, Verizon, dan MetroPCS di Amerika Serikat, TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, serta DoCoMo di Jepang.

Ponsel Multimedia 626Pro Sasar Segmen Hiburan


Vendor ponsel eTouch Mobile merilis perangkat Qwerty multimedia terbarunya dengan nama eTouch 626Pro. Ponsel dual mode GSM+GSM ini hadir untuk menyasar segmen pelanggan yang suka dengan fitur hiburan.

Sebagai ponsel hiburan, eTouch 626pro memiliki fitur multimedia komplit mulai dari TV tunner built in, MP3/MP4 player, photo viewer, voice recorder, hingga FM radio tanpa harus menggunakan headset. Ponsel ini juga mendukung A2DP untuk koneksi Bluetooth headset.

"Selama pameran di Jakarta dan Bandung, ponsel ini sudah terjual 300 unit," ungkap Hendru Susilo, General Manager Product and Marketing eTouch Indonesia, dalam keterangannya kepada detikINET, Rabu (10/2/2010).

Ponsel dengan banderol nyaris Rp 1 juta ini juga dilengkapi dengan kamera 1,3 MP, video ringtone, TV built-in, Facebook, instant messaging, plus fitur lain berupa aplikasi Al Quran, serta sensor gerak.

Dari sisi penampilan, eTouch 606Pro yang dibalut warna hitam menggunakan sistem navigasi trackball. Untuk tampilan, ponsel ini menggunakan LCD berukuran 2,2 inci TFT display serta dua stereo speaker out yang dilengkapi dengan port 3,5 mm untuk audio headset.

Tuesday, February 16, 2010

TiPhone Messenger Hadir Dalam Seri E88


Tiphone Mobile merilis ponsel terbarunya yang punya kemampuan fitur mirip BlackBerry Messenger dalam seri E88. Tak hanya messaging, ponsel ini juga dijejali fitur lain seperti TV tuner dan modem.

"Layanan Ti-Messenger mulai kami sediakan fiturnya lewat E88. Nantinya semua ponsel kami sudah akan dilengkapi aplikasi ini," kata Hengky Setiawan, Direktur Utama PT Tiphone Mobile Indonesia, dalam rilisnya, Jumat (12/2/2010).

Sama seperti BlackBerry Messenger , TiPhone juga menyediakan kode PIN (personal identification number) untuk masing-masing pengguna TiPhone. Namun, PIN tersebut tidak melekat pada perangkat, dan bisa login di ponsel TiPhone lain.

"Jadi, tidak masalah jika gonti-ganti perangkat TiPhone-nya, karena satu PIN code berlaku untuk satu identitas pengguna selama-lamanya," terang Hengky.

Selain Ti-Messenger, ponsel China dengan balutan merek lokal ini juga menyediakan layanan chatting via Yahoo Messenger, MSN, AOL Messenger, ICQ, dan QQ. Selain itu ada juga aplikasi Ring email yang memudahkan akses dengan menyimpan 10 akun email di server untuk selanjutnya di-push ke Tiphone E88.

Fitur lain yang menjadi andalan ponsel Qwerty trackball dengan layar LCD 2,2 inci ini adalah fungsi TV tuner built-in dan modem di dalamnya. Ponsel yang telah menunjang fitur konten Mobinity.net ini dibanderol Rp 999.000.

'Onyx' Buatan China Dipasok Ribuan Unit

XP Mobile kembali merilis ponsel Qwerty mirip BlackBerry. Ponsel edisi ketiga yang dirilis importir ponsel China satu ini, kini hadir dengan seri mirip Onyx yang dibesut oleh Research in Motion dari Kanada.

Sama dengan Onyx, ponsel seri XP 8500 dengan dual GSM 900/1800 MHz ini juga menggunakan trackpad sebagai alat navigasinya. Sebelumnya, XP masih menggunakan trackball, layaknya navigasi BlackBerry versi terdahulu.

Dengan banderol Rp 699 ribu, XP 8500 mengusung platform Java 2.0 untuk mendukung akses Facebook dan Twitter melalui Opera Mini, Yahoo Messenger dan MSN Messenger, serta konten-konten berbasis Java lainnya.

Untuk tahap awal, ponsel ini dipasok 10 ribu unit untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia. Jumlah ini masih akan ditambah lagi jika mengingat seri ponsel sebelumnya, XP 8900, telah dipasarkan 20 ribu unit bersama Telkomsel.

"Untuk XP 8500, kami mematok target penjualan 20 ribu unit dalam tiga bulan sejak peluncuran," kata Managing Director XP Mobile, Isra Ruddin, kepada detikINET, Senin (15/2/2010).

Meski masih mengandalkan desain tiruan ponsel ternama beserta fiturnya, namun Isra menjamin kualitas ponsel XP Mobile yang dipasarkannya masih cukup bisa diandalkan.

"Ponsel merek lokal tak bisa cuma mengandalkan desain dan fitur saja. Itu sebabnya, XP Mobile fokus pada kualitas layanan dan nilai tambah agar tetap diminati pasar Indonesia," pungkasnya.